Jasad Korban Kapal di Labuan Bajo Teridentifikasi Warga Negara Spanyol Usia 10 Tahun

Aparat kepolisian telah berhasil mengidentifikasi satu jenazah dari korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang ditemukan di sekitar perairan Pulau Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (6/1). Jenazah yang diidentifikasi adalah seorang laki-laki yang merupakan warga negara asing dari Spanyol dan berusia 10 tahun, yang merupakan anak dari pelatih tim sepak bola.

Korban ditemukan oleh tim pencari di dalam kapal yang karam, sehari setelah identifikasi dilakukan. Kejadian ini terjadi saat operasi pencarian korban yang dilaporkan hilang saat kapal tenggelam.

Tim DVI (Disaster Victim Identification) melakukan pemeriksaan forensik dan membandingkan data ante mortem dengan post mortem, agar identitas korban dapat dipastikan dengan akurat. Selain menggunakan ciri medis, pihak berwenang juga menemukan gigi palsu di jenazah tersebut sebagai salah satu bukti identifikasi.

Pencarian Korban dari Kapal KM Putri Sakinah Masih Berlanjut

Jenazah tersebut ditemukan ketika tim SAR gabungan mengecek laporan nelayan tentang temuan puing-puing kapal di sekitar lokasi. Pencarian ini adalah hari ke-12 sejak tenggelamnya kapal pada 26 Desember 2025 yang terjadi di perairan Padar Selatan, dekat Taman Nasional Komodo.

Masih ada satu korban lain yang hingga saat ini dilaporkan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR. Dengan bantuan berbagai pihak, operasi pencarian dilaksanakan intensif dengan harapan semua korban dapat ditemukan.

Tim SAR gabungan saat ini berfokus pada area selatan Pulau Komodo, tempat dimana temuan bangkai kapal berlangsung. Tim ini kini dilengkapi dengan teknologi seperti drone thermal untuk meningkatkan efisiensi pencarian dari udara.

Sumber daya yang terlibat dalam operasi ini melibatkan 168 personel dari berbagai instansi termasuk Basarnas dan TNI-Polri. Mereka bekerja tanpa henti untuk menemukan korban hilang yang masih belum ditemukan.

Pada Rabu (7/1/2026), tim mulai melakukan briefing pada pukul 06.00 WITA untuk mempersiapkan pencarian yang dilanjutkan pada pukul 07.00 WITA. Proses ini adalah bagian dari upaya maksimal untuk menyelamatkan nyawa dan memberikan kejelasan bagi keluarga.

Detail Perkembangan Operasi Pencarian

Tindakan pencarian tim SAR tidak hanya melibatkan penyelaman, tetapi juga difokuskan pada menyisir puing-puing kapal untuk mencari kemungkinan keberadaan korban. Sebelumnya, tim SAR telah melakukan penyelaman beberapa kali, tetapi hasilnya masih nihil.

Informasi mengenai identitas korban dan lokasi penemuan jasad diperoleh dari laporan nelayan yang melihat puing kapal di sekitar Pulau Komodo. Dengan detail lokasi yang tepat, tim SAR berusaha untuk melakukan penyisiran lebih intensif.

Penemuan tersebut terjadi sekitar 7,48 mil laut dari titik dugaan tenggelamnya kapal wisata. Tim yang terlibat dalam pencarian juga terus melakukan evaluasi untuk merencanakan langkah-langkah berikutnya.

Sebelumnya, kapal KM Putri Sakinah mengangkut 11 penumpang yang terdiri dari empat anak buah kapal, satu pemandu tur WNI, dan empat warga negara asing yang merupakan satu keluarga. Tragedi ini mendorong tindakan cepat tim SAR untuk menyelamatkan dan mencari mereka yang dinyatakan hilang.

Setelah tenggelamnya kapal, tim gabungan melakukan proses evakuasi terhadap tujuh korban selamat. Sayangnya, ada empat orang yang dinyatakan hilang dan operasi pencarian menjadi keharusan bagi pihak berwenang.

Perpanjangan Operasi Pencarian Tindak Lanjut

Seiring berjalannya waktu, permintaan dari Kedutaan Besar Spanyol untuk memperpanjang operasi pencarian menjadi perhatian serius. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa pencarian akan diperpanjang selama dua hari lagi untuk memastikan bahwa semua korban dapat ditemukan.

Perpanjangan ini dilakukan setelah komunikasi yang intens antara pihak SAR dan Kedutaan. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menghormati nyawa dan memberikan penutupan kepada keluarga korban yang masih mencari kejelasan.

Informasi terbaru menyebutkan bahwa perpanjangan tersebut disepakati setelah laporan dari Kepala Kantor SAR Maumere. Keputusan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan keberhasilan pencarian.

Tim pencari melakukan penyisiran di Pulau Serai, Pulau Padar, dan sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Hal ini adalah bagian dari rencana untuk melakukan pencarian menyeluruh meski waktu semakin sempit.

Penggunaan sonar dan drone bawah air juga membantu mempercepat proses pencarian di area yang lebih sulit dijangkau. Tim tetap berkomitmen untuk mencari dengan dedikasi demi memberikan harapan bagi yang ditinggalkan.

Related posts